Novena Hari - 1 (Manual ArchConfraternity)

NOVENA KEPADA WAJAH KUDUS
(diambil dari: Manual of The ArchConfraternity of The Holy Face, tahun 1887)

HARI PERTAMA

WAJAH KUDUS DI BETLEHEM

(L)ektor/(I)mam: Marilah mengucapkan

(U)mat: Tuhan, aku ingin mencari Wajah-Mu; janganlah Engkau menjauhkan aku dari-Mu karena dosa-dosaku; janganlah Engkau menjauhkan Roh Kudus-Mu dariku. 

U: Biarlah cahaya Wajah-Mu bersinar atasku; ajarlah aku jalan perintah-Mu. 

L/I: Masuklah ke dalam gua di Betlehem, renungkanlah Anak yang baru lahir, yang diletakkan di dalam buaian, dibungkus dengan kain lampin yang sederhana. Maria dan Yusuf berdiri di hadapan-Nya dan merenungkan-Nya. Engkau juga menatap Wajah-Nya yang manis dan bercahaya. Itulah Wajah Immanuel, Putra "Allah beserta kita"; "yang terindah di antara anak-anak manusia". Selama empat ribu tahun para bapa leluhur dan nabi telah mendambakan untuk melihatnya; Mereka dengan sungguh-sungguh memohonnya sebagai “keselamatan” yang dijanjikan kepada dunia. Tuhan, seru mereka tanpa henti, tunjuklah Wajah-Mu kepada kami, dan kami akan diselamatkan. Lihatlah di sini! Ia akhirnya menampakkan diri! Lihatlah betapa mempesona dan ramahnya Dia; bagaimana Dia sudah bergegas untuk memberikan kepadamu semua hal paling berharga yang dimilikinya.

L/I: I. Ia menyampaikan doa pertama-Nya kepadamu: 
U: karena sejak dalam buaianNya, Ia menghadap ke Surga; kepada Bapa yang berdaulat dari para malaikat dan manusia; pencipta segala sesuatu. Ia menyembah-Nya dalam namamu, ia berdoa untukmu. Lihatlah Aku, katanya, ya Bapa-Ku, Aku datang untuk memenuhi kehendak-Mu. Nah, kehendak ini adalah untuk membebaskanmu dari kematian kekal, dan untuk mewujudkan keselamatanmu. Ketika membiarkan diri-Nya dilihat untuk pertama kalinya, wajah Yesus rendah hati dan memohon; gabungkan dirimu dengan doa-Nya; bertekadlah untuk bekerja secara efektif untuk urusan besar keselamatanmu, yang merupakan tujuan kedatangan-Nya.

L/I: II. Ia memberikan air mata pertama-Nya kepadamu. 
U: Lihatlah pipi bayi yang baru lahir yang polos dan lembut, kedinginan, dibasuh oleh air mata yang bukan disebabkan oleh penderitaan tubuh, melainkan oleh kesedihan yang ditimbulkan dalam jiwanya karena melihat dunia. Wajah manis bayi Yesus kecil sudah menjadi korban penebusan, keadilan, dan pengampunan; ia menderita, ia menangis, ia menebus dosa-dosamu. Kumpulkanlah dengan hormat air mata suci ini, yang satu saja memiliki nilai tak terhingga; persembahkanlah kepada Bapa Yang Kekal untuk pembayaran hutangmu kepada-Nya.

L/I: III. Ia juga memberikan salah satu senyuman pertama-Nya kepadamu. 
U: Ia telah tersenyum kepada Maria, Ia telah tersenyum kepada Yusuf; kini dari tengah-tengah kain lampin-Nya, dari air mata-Nya, Ia berpaling kepadamu, Ia menjadi berseri-seri manis saat memandangmu, Ia memberikan senyuman bayi-Nya kepadamu; senyuman damai dan kasih sayang, senyuman surga, yang mengundangmu, yang memanggilmu, yang seolah berkata kepadamu: “Wajah yang tersenyum kepadamu adalah wajah seorang sahabat, seorang saudara, seorang Juruselamat. Mendekatlah, percayalah, Aku mencintaimu.” Tindakan kasih. Jika bayi Yesus mencintaimu, jika Wajah Kudus-Nya memberikan bukti akan hal itu kepadamu, apa yang menahanmu? Balaslah kasih dengan kasih.

L/I: Kebajikan yang harus dipraktikkan. Lepaskan dirimu, setidaknya dalam hati, dari semua hal duniawi; jadikan Yesus sebagai hartamu!

L/I: Karangan bunga rohani. Keringkan air mata pertama itu; bawalah bersamamu senyuman ramah pertama dari Wajah Kudus, letakkan di bagian terdalam jiwamu, sebagai sinar harapan, sebagai percikan kasih, dan ucapkan bersama nabi: Cahaya Wajah-Mu telah dicurahkan kepada kami, ya Tuhan; Engkau telah memberikan sukacita kepada hati kami.


L/I: Marilah berseru
U: Aku telah memanggil Wajah-Mu dengan segenap hatiku; kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu. Biarlah cahaya Wajah-Mu bersinar atasku. Selamatkanlah aku dalam belas kasih-Mu; Tuhan, aku tidak akan dipermalukan karena aku telah memanggil-Mu.

L/I: Marilah berdoa
U: Ya Allah Yang Mahakuasa dan Maha Pengasih, kami memohon kepada-Mu, agar dengan menghormati Wajah Kristus-Mu, yang ternoda dalam Sengsara-Nya karena dosa-dosa kami, kami layak untuk merenungkannya selamanya dalam kemuliaan Surga. Melalui Yesus Kristus yang sama. Amin.

Dilanjutkan dengan doa Devosi Wajah Kudus Yesus dan Kaplet 

No comments:

Post a Comment